Nastar Pandan Keju (Gluten-Free)

Biasanya, Lebaran terasa kurang lengkap tanpa kue nastar. Bahkan bagi yang bukan penggemar nastar sekalipun. Saya tidak bisa bilang bahwa saya seorang penggemar nastar. Saya suka nastar, tapi tidak menyukai selai nanas di dalamnya. Namun di usia sedewasa sekarang pastinya malu kalau makan nastar cuma bagian tepungnya, lalu bagian selainya disisihkan atau dibuang. Makanya saat … Continue reading Nastar Pandan Keju (Gluten-Free)

Drama Musikal: Taman Pelangi Impian

Setahun-dua tahun lalu adalah pertama kalinya saya mengenal Aku Belajar (meski hanya via Instagram). Dan menonton drama musikal mereka dua tahun berturut-turut merupakan pengalaman yang jauh lebih berkesan serta menguras emosi ketimbang menonton Tenggelamnya Kapal Van der Wijck di bioskop *agak lebay sedikit*. 15 April 2017 kemarin menjadi kali kedua saya dan anak-anak saya berkesempatan menonton drama musikal … Continue reading Drama Musikal: Taman Pelangi Impian

Menggemari Makanan: Dari Mana Asalnya?

Di satu sisi, dia memanjakan indera penglihatan dan pengecap saya. Di sisi lain, dia membahagiakan perut dan perasaan saya. Itulah 'keajaiban' makanan (selama dikonsumsi secukupnya). Bagaimana ya, kita bisa menggemari makanan tertentu? ‚Äč Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Physiology & Behavior (BrockenBrough dalam situs Women's Health Magazine, 2011) menyebutkan bahwa sekitar 45% kecenderungan kita akan makanan tertentu … Continue reading Menggemari Makanan: Dari Mana Asalnya?

Food Blogger Favorit: David Lebovitz

Di tengah lautan food blogger yang umum didominasi kaum Hawa, food blogger favorit saya justru seseorang dari kaum Adam. Tak hanya membagi resep-resep dessert (dan foto-foto cantik sebagai penunjang), David Lebovitz juga menyuguhkan story-telling yang mumpuni serta sentuhan humor sebagai ciri khasnya yang menyenangkan dalam blognya. 'Perkenalan' dengan David Lebovitz Setelah berpikir cukup keras, saya … Continue reading Food Blogger Favorit: David Lebovitz

“Angel’s Cake”: Sang Pembuat Kue di Negara yang Tercabik

Awalnya saya agak ragu mau meminjam buku ini dari Perpustakaan Kota Pontianak. Soalnya, walaupun berkisah tentang seorang pembuat kue (yang membuat saya merasa terhubung), namun latar tempatnya yang berlokasi di Rwanda, Afrika (dan ber-setting pasca-genosida pula) membawa pikiran buruk bagi saya: jangan-jangan ini tipe novel 'gelap' yang membikin hati frustrasi alih-alih termotivasi. Tapi kekontrasan antara … Continue reading “Angel’s Cake”: Sang Pembuat Kue di Negara yang Tercabik