Awalnya, belum apa-apa sudah merasa terintimidasi membaca resepnya yang seribet resep kue sus (padahal seumur-umur belum pernah juga nyoba bikin kue sus), tapi setelah akhirnya mempraktikkan, saya membuat churros ini lagi dan lagi dan lagi… .

 Sebelum bisa membuat sendiri, saya baru satu kali mencoba makan churros. Sungguh saat itu saya terpana dengan tekstur dan rasa churros yang lembut dan secara harfiah membahagiakan perasaan.

Walau disebut donat (atau tepatnya “donat Spanyol”), proses pembuatan adonan churros serupa dengan pembuatan kulit sus. Hanya eksekusi akhirnya yang berbeda: churros digoreng, kulit sus dipanggang.

Churros juga mempunyai kekhasan tersendiri. Tak hanya dari bentuk khasnya yang lazim dibentuk dengan bantuan spuit bintang, atau tekstur khasnya yang garing-garing empuk dengan butiran gula pasir yang menempel di seluruh tubuhnya, tapi juga rasa lezat khasnya yang sulit dideskripsikan namun jelas berbeda dari donat apalagi roti goreng.

Sekilas Sejarah Churros

Menurut Fox News Latino via Huffington Post, ada dua versi sejarah terciptanya churros.

Pertama, bahwa makanan ringan tersebut diciptakan oleh para penggembala Spanyol nomaden yang tinggal di dataran tinggi, sehingga dahulu tak memiliki akses yang mudah untuk ke toko roti.

Kedua, bahwa di Tiongkok Utara sejak dulu sudah ada camilan serupa, yang kemudian dibawa pulang oleh para pelaut Portugis, yang akhirnya turut dipelajari dan diadaptasi oleh bangsa Spanyol.

Versi mana pun yang diyakini, yang jelas churros sudah turun-temurun menjadi camilan khas orang-orang berdarah Latin, dan telah mendunia pula.

Pengalaman Membuat Churros

Resep yang saya adaptasi dari Mbak Ricke di bawah ini relatif mudah untuk didapatkan bahan-bahannya maupun untuk diikuti instruksi pembuatannya. Gak salah memang kalau selama ini beliau selalu dijadikan model dan panutan dalam hal mempraktikkan berbagai resep.

Karenanya, setelah mencoba membuat churros satu kali, saya membuatnya lagi di kemudian hari, dan lagi, dan lagi, sampai stok bahan-bahannya habis.

Bila churros yang sudah jadi masih bersisa dan dibiarkan sampai malam atau hari berikutnya, tekstur dan rasanya masih tetap bagus. Bahkan walaupun tidak disimpan tertutup, teksturnya tidak berubah menjadi keras.

Resep Churros

[Resep asli oleh Ricke Indriani, diadaptasi oleh Diar Adhihafsari; ditulis ulang dengan kata-kata saya sendiri, disesuaikan dengan adaptasi bahan yang digunakan dan pengalaman pribadi dalam membuat]

Bahan-bahan:

  • 250 ml — air matang, suhu ruang
  • 50 gr — margarin
  • 1 sdm — gula pasir
  • sejumput — garam
  • 150 gr — tepung terigu serbaguna (protein sedang), ayak
  • 1 btg — vanilla bean, keruk isinya, sisihkan
  • 1 btr — telur ukuran besar, kocok lepas
  • secukupnya — minyak goreng, untuk menggoreng churros
  • sesuai selera — gula pasir, untuk taburan

Cara membuat:

  1. Dalam sebuah panci ukuran sedang, masak air, margarin, gula pasir, garam, dan isi vanilla yang sudah dikeruk sampai mendidih.
  2. Matikan api. Masukkan tepung terigu, aduk cepat menggunakan sendok kayu.
  3. Dengan api kecil, aduk-aduk lagi adonan sampai tidak lengket dan terlihat kalis. Angkat panci, biarkan hingga agak hangat.
  4. Masukkan telur, aduk rata adonan.
  5. Sementara itu, panaskan wajan berisi minyak goreng secukupnya.
  6. Masukkan adonan dalam plastik segitiga yang sudah dipasang spuit bintang, spuit-kan langsung ke dalam minyak panas. Goreng churros hingga matang, berwarna kuning kecoklatan.
  7. Angkat, tiriskan. Setelah agak hangat, taburi gula pasir.

Catatan:

  • Setelah beberapa kali membuat, saya merasa adonan masih agak macet untuk di-spuit. Tetapi, sewaktu mencoba membuat dengan setengah resep (dengan satu telur), adonan sangat mudah di-spuit. Jadi, saran saya, gunakanlah dua butir telur untuk adonan di atas.
  • Gunakanlah plastik segitiga berukuran tebal, agar plastik tidak mudah sobek saat sedang men-spuit adonan.
  • Bisa juga mencoba alternatif lain dari Mbak Ricke, yaitu men-spuit adonan di atas loyang bertabur tipis terigu, dinginkan sebentar di dalam freezer, baru kemudian digoreng. Hasilnya, tekstur gerigi churros terasa lebih kokoh. Sedangkan churros yang di-spuit langsung ke dalam minyak panas buat saya terasa jauh lebih lembut.
  • Resep asli churros ini bisa dibaca di blog Mbak Ricke.

    Selamat mencoba!

    Advertisements

    3 thoughts on “Ketagihan Membuat dan Makan Churros

    1. Wah main di WordPress ya. Hihihii. Sudah lama juga saya punya satu akun di wordpress cuma jarang banged dibungkar bungkar. Belum ada keempatan buat memperdalam wordpress. Mungkin bln depan. I am not sure. I dont know. Wah kalau sudah soal Kue sih hayuuuu. Asyiik juga. Khusus kue SUS saya juga suka. Biasanya ditemani dengan secangkir teh atau kopi sachet

      Like

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s