“Painting is the silence of thought and the music of sight.” (Orhan Pamuk, My Name is Red)

 Bagi saya, salah satu karunia terindah dalam hidup — selain makanan (manis) — adalah seni dan sastra. Maka selagi ke Jakarta beberapa waktu lalu, saya memanfaatkan waktu luang yang hanya satu hari untuk mengunjungi sebuah pameran lukisan, demi memuaskan hasrat kebutuhan lebih akan seni.

Jati Diri: Periskop Sejarah Seni Rupa Indonesia yang digelar di Museum Seni Rupa dan Keramik merupakan proyek pameran pertama dari Yayasan Mitra Museum, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pameran ini menampilkan 25 lukisan dan 10 sketsa dari era pascaperang dan era kemerdekaan karya 16 orang pelukis Indonesia, mulai dari Affandi dan Basoeki Abdullah yang menurut saya paling terkenal, sampai Batara Lubis dan Mochtar Apin yang baru kali ini saya dengar namanya.

 Berhubung tidak ada kurator atau pegawai museum yang menemani, waktu itu saya, suami, apalagi anak-anak lebih banyak planga-plongo. Hahaha… maklumlah, gak paham sama sekali soal lukisan. Kami hanya bisa menikmati bentuk demi bentuk, warna demi warna, dan rasa demi rasa yang ditimbulkan dari setiap lukisan, apa adanya.

Entah sugesti atau bagaimana ya, melihat-lihat lukisan seperti itu sedikit-banyak membuat otot-otot dan pikiran lebih rileks.

Yah, walaupun beberapa lukisan abstrak cukup membuat saya berpikir agak keras dan bertanya-tanya: apa yang dipikirkan pelukisnya ketika sedang melukis, apa yang sebetulnya ingin disampaikan oleh pelukis bersangkutan melalui keabstrakan yang dihasilkannya. Mungkinkah mereka mengekspresikan harapan, keinginan, atau ‘sekadar’ sekelumit cerita di era yang mereka jalani dulu?

 Tapi kata Rick Riordan, penulis Percy Jackson, kalau kita meminta seorang seniman untuk menjelaskan tentang karya seninya, maka sebuah penjelasan bisa saja mengaburkan maksud di balik karya seni tersebut.

“You might as well ask an artist to explain his art, or ask a poet to explain his poem. It defeats the purpose. The meaning is only clear through the search.” (Rick Riordan)

Bagi yang memiliki rencana berkunjung ke Jakarta, mungkin bisa mampir ke pameran Jati Diri, karena pameran ini masih akan digelar hingga 12 Januari 2017 nanti di Museum Seni Rupa dan Keramik, kawasan Kota Tua Jakarta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s