Kata Ustadzah Izzah Monisa — herbalis dan ahli akupunktur dari Malang, jangan cuma titipkan anak-anak kita ke ustadz/ustadzah, tapi pikirkan juga makanan mereka sebaik mungkin, karena yang kita urus ini adalah generasi masa depan. *sepuluh batu kali langsung jatuh dari langit ke badan saya*

 Iya, sebagai ibu, rutinitas sehari-sehari suka bikin saya lupa kalau anak-anak yang berseliweran di dalam rumah setiap hari, yang bikin keributan di rumah setiap hari, dan yang saya omelin setiap hari itu akan menjadi bagian dari generasi masa depan. Dan saya punya andil BESAR dalam menentukan akan jadi seperti apa mereka kelak, termasuk dalam hal makanan mereka.

Secara teori, gak usah ditanya, saya sudah banyak baca referensi tentang pola makan sehat dan sejenisnya. Tapi dalam realita, kita semua tahu betapa jauh lebih mudah untuk memilih makanan yang kita sukai daripada memilih makanan yang kita butuhkan.

Pada akhirnya, saya harus selalu diingatkan tentang pentingnya makanan sehat, terutama yang telah dicontohkan sejak dahulu kala oleh Nabi Muhammad saw. Taklim muslimah yang saya hadiri beberapa waktu lalu merupakan pengingat keras bagi saya.

Berikut ini adalah sebagian poin-poin penting yang saya catat dari kajian berjudul “Jadikan Makanan Sebagai Obat dan Jangan Jadikan Obat Sebagai Makanan,” disampaikan oleh Ustadzah Izzah Monisa pada taklim muslimah yang diadakan oleh/di Masjid Munzalan Mubarakan I (Masjid Kapal Ampera), Jumat, 27 Januari 2017:

  • Mau sehat? Perhatikan betul-betul masalah ibadah, sedekah, dan ikuti pengobatan ala Rasul saw. (thibbun nabawi).
  • Sakit itu merupakan ujian bagi kita, dan bisa juga sebuah ‘teguran’ atas apa yang sudah kita makan.
  • Sakit? Cek ibadah dan pola makan kita.
  • Semua penyakit itu ada di dalam tubuh manusia; tinggal bagaimana kita ‘memupuknya’ lewat pilihan makanan dan pola hidup kita.
  • Mulailah di lahan rumah kita sendiri -> tanami dengan tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk konsumsi keluarga kita.
  • Yang harus selalu disediakan di rumah, antara lain: kurma, madu (dua ini anak-anak dan suami saya doyan, tapi saya gak doyan, argh!), kismis, daun kelor (ada yang tahu bisa didapat di mana?), jintan hitam, labu kuning.
  • Daun kelor -> satu rumpun dengan daun katuk; mengandung vitamin C lebih banyak dari jeruk; WHO mengakuinya sebagai tanaman ajaib yang bisa mengatasi/mengobati penyakit jantung, diabetes, dan asam urat; buahnya juga bagus untuk jantung (bisa diolah, misalnya, dalam sayur asem).
  • Kurma -> lebih baik dikonsumsi sebelum makan berat; Rasul saw. memakannya dalam jumlah ganjil karena bisa melindungi dari jin/sihir.
  • Konsumsi kurma untuk pencegahan/pengobatan, di antaranya -> kudis, rambut rontok, mulut kering, mata radang, disfungsi ereksi, kolesterol, wasir, batu empedu, kanker usus besar, pencernaan, gusi berdarah, anoreksia, kanker otak, anemia, racun dalam tubuh, kerusakan gigi, maag, sebagai antikanker.
  • Di pagi hari, dalam keadaan perut kosong, lebih baik konsumsi madu dan buah.
  • Kalau memasak makanan (terutama yang banyak mengandung vitamin C) atau kalau membuat jamu, jangan menggunakan peralatan berbahan aluminium. Gantilah dengan bahan stainless steel atau melamine (seperti peralatan masak/makan jadul).
  • Makan malam ala Rasul saw. -> di sore hari (karena perlu ada banyak jeda antara kerja pencernaan makanan dengan waktu tidur).
  • Penyedap masakan -> bisa diganti dengan, salah satunya, ebi yang dihaluskan.
  • Garam -> campurkan setelah makanan sudah selesai dimasak, jangan saat masih dalam proses dimasak di atas api.
  • Telur -> pilih ‘telur kampung’ yang berasal dari ayam yang makanannya masih jagung dan sejenisnya (ada yang tahu bisa didapat di mana?).
  • Jus buah -> jangan tambah dengan gula dan/atau susu; ganti dengan kurma.
  • Nanas -> bagian ‘mata’-nya yang paling banyak mengandung kalsium. Bila tidak mau memakannya karena takut lidah jadi gatal, coba diolah menjadi jus nanas.
  • Makan daging merah -> satu jam sebelumnya sebaiknya makan nanas terlebih dahulu.
  • Asam urat -> perbanyak makanan yang mengandung zat hijau daun.
  • Wasir -> perbanyak makanan yang mengandung kalsium.

Mohon koreksinya bila ada yang kurang atau salah. Semoga bermanfaat :)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s