Di tengah lautan food blogger yang umum didominasi kaum Hawa, food blogger favorit saya justru seseorang dari kaum Adam. Tak hanya membagi resep-resep dessert (dan foto-foto cantik sebagai penunjang), David Lebovitz juga menyuguhkan story-telling yang mumpuni serta sentuhan humor sebagai ciri khasnya yang menyenangkan dalam blognya.

‘Perkenalan’ dengan David Lebovitz
Setelah berpikir cukup keras, saya masih belum berhasil mengingat bagaimana awalnya saya bisa tahu tentang sosok bernama David Lebovitz, seorang penulis makanan (food writer/author) asal Amerika yang tinggal di Paris, sekaligus mantan pastry chef terkenal di dunia kuliner internasional.

Ingatan terbaik saya hanya bisa sampai paling jauh ke bagian di mana saya pernah menjadi pengikut akun Twitter-nya sejak sekitar tahun 2012 hingga 2015 (sekarang saya gak punya akun Twitter lagi).

Dan saya yakin alasan utama saya mem-follow Twitter-nya ketika itu lebih karena sebagian besar isi cuitannya bisa membuat saya tersenyum dan/atau tertawa. Padahal yang ia cuitkan itu kebanyakan tentang makanan. Bukankah mengagumkan bagaimana seseorang bisa membuat kita ngiler terhadap suatu makanan sekaligus membuat kita merasa terhibur dengan humornya hanya dalam 140 kata atau kurang?

Resep milik David yang pertama kali saya coba adalah Gluten-Free Brownies. Hasilnya yang memuaskan sampai membuat saya memasang muka tembok dan me-mention si pemilik resep di Twitter. Dan cuitan saya dibalas dengan kata-kata yang menyenangkan! Call me norak or whatever lah, pokoknya saya senang, hahaha. Resep tersebut juga menjadi acuan saya dalam membuat Brownies Cheesecake Tepung Singkong bakulan saya (dengan sedikit pengurangan dan adaptasi).

Blog David Lebovitz

Namun, justru agak lama setelah saya mengikuti akun Instagram-nya, barulah saya mulai ngeh dengan isi blog David yang (ternyata) sangat informatif sekaligus menghibur. Susunan kalimat, pemilihan kata, pembawaan cerita, dan sisipan humornya sungguh merepresentasikan skill-nya sebagai seorang penulis dan ahli kuliner.

Resep-resep di dalamnya — entah karyanya sendiri atau hasil adaptasi dari resep milik orang lain — selalu ditulis dengan sejelas dan sedetail mungkin. Dan bagian terbaiknya: dia akan membuat pengantar tentang cerita di balik resep tersebut secara panjang-lebar tetapi sangat menyenangkan untuk dibaca.

Selain itu, blognya juga berisi banyak hal lain, mulai dari informasi tips-tips praktis dalam baking, cerita kunjungannya ke beberapa bakery di Paris maupun daerah lain, hingga kisah di balik layar mengenai pembuatan buku masakan yang ditulisnya.

Postingan-postingan di blognya biasanya dipenuhi pula dengan banyak komentar dari para pembacanya. Dan kelihatan sekali bagaimana David — sama seperti di Twitter dan Instagram — berusaha sebisa mungkin merespon tanggapan ataupun pertanyaan dari sebagian besar mereka.

Bagi para food enthusiast yang memiliki ketertarikan besar terhadap kuliner, gastronomi, per-pastry-an, dan food writingblog David Lebovitz ini merupakan salah satu contoh terbaik untuk dijadikan referensi.

I use basic, honest ingredients; fresh fruit, good quality chocolate, real vanilla, and pure butter. I don’t believe that baking (or cooking) should be out of reach to people and strive to share recipes that are do-able for a majority of cooks and home bakers. (David Lebovitz)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s